Kamis, 29 Mei 2014

PUISI DENGAN KRITIK MERLYN

Hanyut dalam kesendirian
Teggelam dalam kesedihan
Teluka dalam tangisan
Meratap dalam kesengsaraan
Mengapa dengan kesendirian?
Bagaimana dengan kesedihan?
Mengapa dengan tangisan?
Bagaimana dengan kesengsaraan?
Terbayang wajah istanaku seperti itu,
Terbalut dalam penderitaan
Tiada lagi peduli baginya
Hingga semuanya berakhir dengan kemurkaannya...
 
KRITIK MERLYN
Berdasarkan cara kerja kritik Merlyn yang pada proses pengkritikannya lebih menekankan pada makna baik itu makna setiap kata, setiap kalimat,maupun setiap bait dari puisi yang dikritiknya. Puisi yang berjudul “ Dongeng Istanaku “ di atas dapat maknai sebagai pandangan terhadap apa yang dia pikirkan terhadap Negara tempat penulis lahir dan dibesarkan.
1.    Hanyut dalam kesendirian, kalimat ini bermaknakan bahwa Negara Indonesia tidak memiliki  kawan yang dapat         menolong serta menemani dalam menyonsong era globalisasi yang semakin ketat persaingannya.
2. Tenggelam dalam kesedihan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang hanya bisa tenggelam dalam menghadapi setiap masalah-masalah yang terjadi pada dirinya dan tidak bisa mencari jalan keluar untuk masalah itu.
3.  Terluka dalam tangisan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang hanya bisa terluka disetiap akhir dari permasalahan yang dihadapinya, tanpa ada solusi yang diberikan terhadap masalah tersebut.
4. Meratap dalam kesengsaraan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang hanya bisa meratapi setiap kegagalannya tanpa ada pemikiran-pemikiran positif yang dapat membangkitkan kembali semangat.
5.  Mengapa dengan kesendiriaan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa mengapa Negara Indonesia tidak memiliki teman?, padahal kita tidak pernah bertindak sewenag-wenang dengan bansga lain.
6.  Bagaimana dengan kesedihan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa mengapa Negara Indonesia yang selau bersedih dengan keadaan yang dialaminya, tidak bangkit dan berusaha bangun dari keterpurukannya.
7.  Mengapa dengan tangisan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa mengapa Negara Indonesia yang hanya bisa menangis dengan nasib yang dialaminya.
8. Bagaimana dengan kesengsaraan? kalimat tanya ini bermaknakan bahwa mengapa Negara Indonesia yang seakan-akan terlena dalam kesengsaraan yang dialaminya, tidak ada usaha untuk berbenah diri dan lepas dari jerat kesengsaraan itu.
9.    Terbayang wajah istabaku seperti itu, kalimat ini bermaknakan banyangan Negara Indonesia dimata penulis.
10.Terbalut dalam penderitaan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang rakyatnya sengsara dan menderita tanpa ada pemecaahan terhadap masalah itu.
11. Tidak ada yang peduli baginya, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang tidaak memiliki teman sehingga tidak ada yang mau peduli dan membantu terhadap permasalahan yang dialami Negara Indonesia.
12. Hingga semuanya berakhir dengan kemurkaan, kalimat ini bermaknakan bahwa akhir dari penderitaan Negara Indonesia adalah kehancuran (kiamat) yang akan sanggup mengakhiri penderitaan tersebut.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar