Hanyut dalam kesendirian
Teggelam dalam kesedihan
Teluka dalam tangisan
Meratap dalam kesengsaraan
Mengapa dengan kesendirian?
Bagaimana dengan kesedihan?
Mengapa dengan tangisan?
Bagaimana dengan kesengsaraan?
Terbayang wajah istanaku seperti itu,
Terbalut dalam penderitaan
Tiada lagi peduli baginya
Hingga semuanya berakhir dengan kemurkaannya...
KRITIK MERLYN
Berdasarkan cara kerja kritik Merlyn yang pada proses
pengkritikannya lebih menekankan pada makna baik itu makna setiap kata, setiap
kalimat,maupun setiap bait dari puisi yang dikritiknya. Puisi yang berjudul “ Dongeng
Istanaku “ di atas dapat maknai sebagai pandangan terhadap apa yang dia
pikirkan terhadap Negara tempat penulis lahir dan dibesarkan.
1.
Hanyut dalam kesendirian, kalimat ini bermaknakan bahwa Negara
Indonesia tidak memiliki kawan yang
dapat menolong serta menemani dalam menyonsong era globalisasi yang semakin
ketat persaingannya.
2. Tenggelam dalam kesedihan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia
yang hanya bisa tenggelam dalam menghadapi setiap masalah-masalah yang terjadi
pada dirinya dan tidak bisa mencari jalan keluar untuk masalah itu.
3. Terluka dalam tangisan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia
yang hanya bisa terluka disetiap akhir dari permasalahan yang dihadapinya,
tanpa ada solusi yang diberikan terhadap masalah tersebut.
4. Meratap dalam kesengsaraan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia
yang hanya bisa meratapi setiap kegagalannya tanpa ada pemikiran-pemikiran
positif yang dapat membangkitkan kembali semangat.
5. Mengapa dengan kesendiriaan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa
mengapa Negara Indonesia tidak memiliki teman?, padahal kita tidak pernah bertindak
sewenag-wenang dengan bansga lain.
6. Bagaimana dengan kesedihan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa
mengapa Negara Indonesia yang selau bersedih dengan keadaan yang dialaminya,
tidak bangkit dan berusaha bangun dari keterpurukannya.
7. Mengapa dengan tangisan?, kalimat tanya ini bermaknakan bahwa
mengapa Negara Indonesia yang hanya bisa menangis dengan nasib yang dialaminya.
8. Bagaimana dengan kesengsaraan? kalimat tanya ini bermaknakan bahwa
mengapa Negara Indonesia yang seakan-akan terlena dalam kesengsaraan yang
dialaminya, tidak ada usaha untuk berbenah diri dan lepas dari jerat
kesengsaraan itu.
9. Terbayang wajah istabaku seperti itu, kalimat ini bermaknakan banyangan Negara
Indonesia dimata penulis.
10.Terbalut dalam penderitaan, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang rakyatnya
sengsara dan menderita tanpa ada pemecaahan terhadap masalah itu.
11. Tidak ada yang peduli baginya, kalimat ini bermaknakan Negara Indonesia yang tidaak memiliki
teman sehingga tidak ada yang mau peduli dan membantu terhadap permasalahan
yang dialami Negara Indonesia.
12. Hingga semuanya berakhir dengan
kemurkaan, kalimat ini bermaknakan bahwa akhir dari penderitaan Negara Indonesia
adalah kehancuran (kiamat) yang akan sanggup mengakhiri penderitaan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar