Sejarah
sastra adalah ilmu yang memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke
waktu. Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari
tentang sastra dengan berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori
sastra, sejarah sastra dan kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling
berkaitan.
Selanjutnya (Todorov; 1985: 61)
mengatakan bahwa tugas sejarah sastra adalah:
- meneliti keragaman setiap kategori sastra.
- meneliti jenis karya sastra baik secara diakronis,
maupun secara sinkronis.
- menentukan kaidah keragaman peralihan sastra dari satu
masa ke masa berikutnya.
Periodisasi Sastra Indonesia
Ada beberapa pendapat tentang
periodisasi sastra Indonesia, saya mengambil dua diantaranya :
- Menurut Nugroho Notosusanto
a. Kesusastraan Melayu Lama
b. Kesusastraan Indonesia Modern
1). Zaman Kebangkitan : Periode
1920, 1933, 1942, 1945
2). Zaman Perkembangan : Periode
1945, 1950 sampai sekarang
- Menurut Simomangkir Simanjuntak
a. Kesusastraan masa lama/ purba :
sebelum datangnya pengaruh hindu
b. Kesusastraan Masa Hindu/ Arab :
mulai adanya pengaruh hindu sampai dengan kedatangan agama Islam
c. Kesusastraan Masa Islam
d. Kesusastraan Masa Baru
1). Kesusastraan Masa Abdullah bin
Abdul Kadir Munsyi
2). Masa Balai Pustaka
3). Masa Pujangga Baru
4). Kesusastraan Masa Mutakhir :
1942 hingga sekarang.
Sejarah Sastra Indonesia
Kepulauan
Nusantara yang terletak diantara benua Asia dan Australia dan diantara Samudra Hindia/
Indonesia dengan Samudra Pasifik/ Lautan Teduh, dihuni oleh beratus-ratus suku
bangsa yang masing-masing mempunyai sejarah, kebudayaan, adat istiadat dan
bahasa sendiri-sendiri.Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yaitu salah
satu bahasa daerah di Nusantara. Bahasa Melayu digunakan oleh masyarakat Melayu
yang berada di pantai timur pulau Sumatera.Kerajaan Melayu yang berpusat
didaerah Jambi, pada pertengahan abad ke-7 (689-692) dikuasai oleh Sriwijaya
yang beribu kota di daerah Palembang sekarang ini,-
- Kesusastraan Melayu Klasik
Sastra
Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan jangka waktu tertentu karena
hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua karya berupa milik bersama.
Karena itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas : bentuk, isi, dan pengaruh
asing.
a. Kesusastraan Rakyat (Kesusastraan
Melayu Asli)
Kesusastraan
rakyat/ Kesusastraan melayu asli, hidup ditengah-tengah masyarakat. Cerita itu
diturunkan dari orang tua kapada anaknya, dari nenek mamak kepada cucunya, dari
pencerita kepada pendengar. Penceritaan ii dikenal sebagai sastra lisan (oral
literature).Kesusastraan yang tumbuh tidak terlepas dari kebudayaan yang
ada pada waktu itu. Pada masa Purba (sebelum kedatangan agama Hindu, Budha dan
Islam) kepercayan yang dianut masyarakat adalah animisme dan dinamisme. Karena
itu, cerita mereka berhubungan dengan kepercayaan kepada roh-roh halus dan
kekuatan gaib yang dimilikinya. Misalnya :
- Cerita asal-usul
- Cerita binatang
- Cerita Jenaka
- Cerita Pelipur lara.
Contoh
Mantra Memasuki hutan rimba
Hai, si Gempar Alam
Gegap gempita
Jarum besi akan romaku
Ular tembaga akan romaku
Ular bisa akan janggutku
Buaya akar tongkat mulutku
Harimau menderam di pengeriku
Gajah mendering bunyi suaraku
Suaraku seperti bunyi halilintar
Bibir terkatup, gigi terkunci
Jikalau bergerak bumi dan langit
Bergeraklah hati engkau
Hendak marah atau hendak
membiasakan aku.
b. Pengaruh Hindu dalam Kesusastraan
Melayu
Pengaruh
Hindu Budha di Nusantara sudah sejak lama. Menurut J.C. Leur (Yock Fang :
1991:50) yang menyebarkan agama Hindu di Melayu adalah para Brahmana. Mereka
diundang oleh raja untuk meresmikan yang menjadi ksatria. Kemudian dengan
munculnya agama Budha di India maka pengaruh India terhadap bangsa Melayu
semakin besar. Apalagi agama Budha tidak mengenal kasta, sehingga mudah
beradaptasi dengan masyarakat Melayu.
- Epos India dalam kesusastraan
Melayu
Ramayana
: cerita Ramayana sudah dikenal lama di Nusantara. Pada zaman pemerintahan Raja
Daksa (910-919) cerita rama diperlihatkan di relief-relief Candi Loro
Jonggrang. Pada tahun 925 seorang penyair telah menyalin cerita Rama ke dalam
bentuk puisi Jawa yaitu Kakawin Ramayana. Lima ratus tahun kemudian cerita Rama
dipahat lagi sebagai relief Candi Penataran. Dalam bahasa melayu cerita Rama
dikenal dengan nama Hikayat Sri Rama yang terdiri atas 2 versi : 1) Roorda van
Eysinga (1843) dan W.G. Shelabear.
Mahabarata
: Bukan hanya sekedar epos tetapi sudah menjadi kitab suci agama Hindu. Dalam
sastra melayu Mahabarata dikenal dengan nama Hikayat Pandawa. Dalam
sastra jawa pengaruh Mahabarata paling tampak dari cerita wayang.
c. Kesusastraan Zaman Peralihan
Hindu-Islam, dan pengaruh Islam
Sastra
zaman peralihan adalah sastra yang lahir dari pertemuan sastra yang berunsur
Hindu dengan sastra yang berunsur Islam di dalamnya. Contoh karya-karya sastra
yang masuk dalam masa ini adalah ; Hikayat Puspa raja, Hikayat Parung Punting,
Hikayat Lang-lang Buana, dsb.
Sastra
pengaruh Islam adalah karya sastra yang isinya tentang ajaran agama Islam yang
harus dilakukan oleh penganut agama Islam. Contoh karya : Hikayat Nur Muhammad,
Hikayat Bulan Berbelah, Hikayat Iskandar Zulkarnaen dsb.Perkembangan agama
Islam yang pesat di Nusantara sebenarnya bertalian dengan perkembangan Islam di
dunia. Pada tahun 1198 M. Gujarat ditaklukkan oleh Islam. Melalui Perdagangan
oleh bangsa Gujarat, Islam berkembang jauh sampai ke wilayah Nusantara. Pada
permulaan abad ke-13 Islam berkembang pesat di Nusantara.Pada abad ke-16 dan ke-17
kerajaan-kerajaan di Nusantara satu persatu menjadi wilayah jajahan
bangsa-bangsa Eropa yang pada mulanya datang ke Nusantara karena mau memiliki
rempah-rempah.-
d. Kesusastraan Masa Peralihan :
Perkembangan dari Melayu Klasik ke Melayu Modern
Pada
masa ini perkembangan antara kesusastraan Melayu Klasik dan kesusastraan Melayu
Modern peralihannya dilihat dari sudut isi dan bahasa yang digunakan oleh
pengarangnya. Dua orang tokoh yang dikenal dalam masa peralihan ini adalah Raja
Ali Haji dari pulau Penyengat, Kepulauan Riau, dan Abdullah bin Abdul Kadir
Munsyi dari Malaka.Contoh karya Abdullah : Hikayat Abdullah, Syair Singapura
dimakan Api, ia juga menerjemahkan Injil ke dalam bahasa melayu.
Contoh Gurindam Raja Ali Haji
Gurindam pasal pertama
Barang siapa tidak memegang agama
Sekali-kali tidakkan boleh di
bilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Ia itulah orang yang makrifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tengahnya tiada ia
menyalah
Barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudarat
Kurang fikir, kurang siasat
Tinta dirimu kelah tersesat
Fikir dahulu sebelum berkata
Supaya terlelah selang sengketa
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar
Jika ilmu tiada sempurna
Tiada berapa ia berguna.-
- Kesusastraan Indonesia Modern
Lahirnya Kesusastraan Indonesia
Modern
Jika
menggunakan analogi ¨Sastra ada setelah bahasa ada¨ maka kesusastraan Indonesia
baru ada mulai tahun 1928. Karena nama ¨bahasa Indonesia¨ secara politis baru
ada setelah bahasa Melayu di diikrarkan sebagai bahasa persatuan pada tanggal
28 Oktober 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.Namun menurut Ayip Rosidi dan
A. Teeuw, Kesusastraan Indonesia Modern ditandai dengan rasa kebangsaan pada
karya sastra. Contohnya seperti : Moh. Yamin, Sanusi Pane, Muh. Hatta yang
mengumumkan sajak-sajak mereka pada majalah Yong Sumatera sebelum tahun 1928.
a. Masa Kebangkitan (1920-1945)
1). Periode 1920 (Angkatan Balai
Pustaka)
Contoh : Puisi M. Yamin
Bahasa, Bangsa
Selagi kecil usia muda
Tidur si anak di pangkuan bunda
Ibu bernyanyi lagu dan dendang
memuji si anak banyaknya sedang
berbuai sayang malam dan siang
buaian tergantung di tanah moyang
….
1922
2). Periode 1933 (Angkatan Pujangga
Baru)
Penamaan periode ini di dasarkan
pada munculnya majalah ¨Pujangga Baru¨ yang dikelola oleh S.T. Alisyahbana,
Armin Pane dan Amir Hamzah.
Contoh : Puisi Amir Hamzah
Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dari nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Diwaktu ini gelap gulita
(Buah Rindu II)
3). Periode 1942 (Angkatan 45)
Chairil Anwar pelopor angkatan 45,
nama lain pada masa ini seperti Idrus, Mochtar Lubis dan Pramoedya A T.
Contoh Sajak Chairil :
Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati
Beta kirim datudatu!
Beta Pattirajaaawane, penjaga hutan
pala
Beta api dipantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama
b. Masa Perkembangan (1945 –
sekarang)
1). Periode 1945 (Angkatan 45 :
1942-1953)
2). Periode 1950 (Angkatan 50
dimulai tahun 1953)
Dimasa
ini ada Nugroho Notosusanto pengarang Hujan Kepagian, AA Navis pengarang
Robohnya Surau Kami, Trisnoyuwono pengarang laki-laki dan mesiu, penyair Toto
Sudarto Bachtiar, WS Rendra (juga ada yang menggolongkan ke angkatan 70)
3). Angkatan 66
Pada
tanggal 6-9 Mei 1966 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bersama dengan KAMI
dan KAPPI menyelenggarakan simposium berjudul : ¨Kebangkitan semangat 1966 :
Menjelajah Tracee Baru Lekra dan Neolekranisme¨. Dominasi kebudayaan oleh
politik, tegas-tegas ditolak. Inilah mulai dinamakannya angkatan 66. Dari
kelompok ini, majalah bulanan baru, Horison, segera terbit sebagai suara
sastranya.
4), Angkatan 70
Tahun
1970-1990 ada beberapa sastrawan yang terkenal misalnya : Sutardji Calzoum
Bachri, Abdul Hadi W.M., Putu Wijaya
Contoh Sajak Abdul Hadi WM :
Tawangmangu
kalau kehijauan yang bangkit dari
bukti-bukti
dan air terjun, dimana aku pernah
lewat dan menghirup
kesegaran pagi dan kuntum melur,
sekarang aku batu
yang kau angkat dari tepi sungai dan
kaubiarkan abadi
seperti nyawa sekarat mengeliat,
mengeliat mungkin kau
sedang menghiasku dengan
retakan-retakan air hujan
dan keharuan waktu yang beragam
(dalam Tergantung pada Angin)