Kamis, 29 Mei 2014

TENTANG RETORIKA

a.      Menurut Socrates, retorika adalah seni untuk membawakan dengan menyampaikan pengetahuan yang sudah ada secara meyakinkan.
b.      Menurut Protagores, Retorika adalah kemahiran berbicara bukan demi kemenangan, melainkan demi keindahan bahasa.
c.       Menurut Plato, retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung.
d.      Menurut Corax dan Tissias, Retorika adalah kecakapan berpidato didepan umum.
e.      Menurut Albert, Retorika adalah berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
f.        Menurut saya, Retorika meupakan seni bebahasa, artinya sesorang memiliki skill atau kemampuan dalam berbahasa.
2.      Uraikan sejarah retorika!
Jawab:
            Uraian sistematis yang pertama diletakkan oleh orang Syracuse, sebuah koloni Yunani di pulau Sicilia. Bertahun-tahun koloni itu diperintah para Tiran. Tiran, dimanapun dan pada zaman apapun, senang menggusur tanah takyat. Kira-kira tahun 465 SM, rakyat melancarkan revolusi.  Dimana bersistem pemerintahan diktator dan pada saat itu diktator ditumbangkan dan demokrasi ditegakkan. Pemerintah mengembalikan lagi tanah rakyat kepada pemiliknya yang sah. Untuk mengambil haknya itu pemilik tanah harus sanggup meyakinkan dewan juri di pengadilan, waktu itu tidak ada pengacara dan sertifikat tanah. Sering orang tidak berhasil karena ia tidak pandai bicara untuk membantu orang mengambil haknya di pengadilan tersebut Corax menulis makalah retorika dengan teknik kemungkinan dan dia juga meletakkan dasar-dasar organisasi pesan. Ia membagi pidato pada lima bagian : pembukaan, uraian, argumen, penjelasan tambahan, dan kesimpulan.
Dari sini para ahli retorika kelek mengembangkan organisasi pidato. Walaupun demokrasi gaya Syracuse tidak bertahan lama namun ajaran Corax tetap berpengaruh bahkan sampai pada zamannya Aristoteles dan ahli retorika klasik, kita memperoleh lima tahap penyusunan pidato : terkenal sebagai lima hukum retorika (The Five Canons of Rhetoric). Inventio (penemuan). Pembicara menggali topik dan meneliti khalayak untuk mengetahui metode persuasif yang paling tepat, dalam tahap ini pembicara merumuskan tujuan dan mengumpulkan bahan (argumen) yang sesuai dengan kebutuhan khalayak. Aristoteles menyebutkan tiga cara untuk mempengaruhi manusia. Pertama, harus sanggup menunjukkan kepada khalayak bahwa kita memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya, dan status yang terhormat (ethos). Kedua, harus menyentuh hati khalayak: perasaan, emosi, harapan, kebencian, dan kaih ayang mereka (pathos). Ketiga, meyakinkan khalayak dengan mengjukan bukti atau yang kelihatan sebagai bukti. Disini kita mendekati khalayak lewat otaknya.
Dispositio (penyusunan), pembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan, pesan harus dibagi kedalam beberapa bagian yang berkaitan secara logis. Susunan berikut ini mengikuti kebiasaan berfikir manusia : pengantar, pertanyaan, argumen, dan epilog. Menurut Aristoteles pengantar berfungsi menarik perhatian, menumbuhkan kredibilitas (ethos), dan menjelaskan tujuan.
Elucutio (gaya) pembicara memilih kata-kata dan menggunakan bahasa yang tepat untuk “mengemas” pesannya. Menggunakan bahasa yang tepat, benar, dan dapat diterima; pilih kata-kata yang jelas dan langsung; sampaikan kalimat yang indah, mulia, dan hidup; dan sesuaikan bahas dengan pesan, khalayak, dan pembicara. Memoria (gaya), pembicara harus mengingat apa yang ingin disampaikannya, dan mengatur bahan-bahan pembicara. Diantara semua peniggalan retorika klasik, memori adalah yang paling kurang mendapat prhatian para ahli modern. Pronuntiatio (penyampaian), pembicara menyampaiakn pesannya secara lisan. Disini, akting sangat berperang pembicara harus memperhatikan olah suara (vocis) dan gerakan-gerakan anggota badan (gestus moderatio cumvenustate).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar